Fakultas Syariah dan Hukum Menyelenggarakan Seminar Nasional

SEKILAS INFO

Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang

Sosial

Seminar Nasional dengan Tema Pengaruh Revolusi Industri 4.0 Terhadap Perkembangan Teori dan Praktek

Fakultas Syariah dan Hukum Menyelenggarakan Seminar Nasional

takim | Jumat, 02 Agustus 2019 - 10:30:35 WIB | dibaca: 248 pembaca

Foto Bersama Peserta Seminar

Humas FSH UIN Raden fatah:

Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembangg menggelar Seminar Nasional yang dihadiri oleh para akademisi, dan praktisi hukum ekonomi syariah di Hotel Beston, selasa (30/07/2019).

Seminar yang bertema “Pengaruh Revolusi Industri 4.0 Terhadap Perkembangan Teori dan Praktek Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia” ini menghadirkan Prof. Dr. Drs. H. M. Amin Summa, SH, MA, MM dari Jakarta (selaku Ketua Umum Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah Indonesia), Prof. Dr. H. Cholidi Zainuddin, M.Ag (Dewan Pengawas Syariah bank Sumsel Babel Syariah 2008-2011), Prof. Dr. H. Duski Ibrahim, M.Ag (Ketua Badan Wakaf Indonesia Provinsi Sumatera Selatan), dan Prof. Dr. H. M. Nur Yasin, SH, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah UIN Malang) sebagai pembicara.

Turut hadir sebagai keynote speaker, Prof. Dr. H. Romli Sa, M.Ag (Dekan Faultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah). Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Rektor I UIN Raden Fatah Palembang Dr. Ismail Sukardi, M.Ag sekaligus membuka seminar nasional.

Dalam seminar tersebut, di bahas realitas bahwa saat ini kondisi masyarakat telah menjadi masyarakat modern (modern society), hidup dalam era teknologi informasi (information tecnology) yang saat ini populer disebut dengan istilah distruptive era atau era revolusi industri  4.0. Era digital yang sangat cepat perkembangannya.

Revolusi industri 4.0 ini bila dikaitkan dengan hukum ekonomi syariah tidak cukup hanya bicara halal dan haram saja, atau sah atau tidaknya suatu akad. Dunia digital saat ini menghendaki semua lebih praktis, efektif, dan efisian, konsep-konsep akadpun harus dapat dirumuskan menjadi akad yang lebih smart, bentuk transaksi yang lebih banyak menggunakan IT sangat relevan dengan tindakan-tindakan penipuan atau human eror. Perbuatan-perbuatan yang dulunya secara konvensional terasa mudah untuk diselesaikan namun saat ini segala sesuatunya menjadi semakin kompleks sehingga membutuhkan analisis hukum yang lebih komprehensip.

Pada Kesempatan ini Prof. Dr. H. M. Nur Yasin, SH, M.Ag selaku pembicara pertama menegaskan bahwa di mana ada masyarakat di situ ada hukum yang dam kalangan ahli hukum dikenal dengan istilah “Ubi Societas Ibi ius”. Dengan realitas perkembangan masyarakat di era digital, maka hukum ekonomi syariah harus dapat merespon perubahan ini agar tetap menjadi hukum yang responsif dan progresif. Ke depan hukum ekonomi syariah harus menjadi investasi dan inovasi pada era industri 4.0.

Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah, selaku institusi pendidikan tentu memiliki tanggung jawab besar untuk merespons hal ini, Oleh karenanya melalui kurikulum pendidikan yang tepat diharapkan mampu mengahasilkan sarjana-sarjana yang memiliki kompetensi yang baik di bidang ilmu syariah dan hukum khususnya di bidang ekonomi syariah.

  


Video Terkait:










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)